
Kita sekarang hidup pada zaman dimana teknologi sedang berkembang dengan sangat pesat. Tidak bisa dipungkiri semua sektor kehidupan turut terpengaruh oleh perkembangan teknologi ini. Bahkan pengaruhnya pun tidak bisa dikatakan kecil. Contoh mudah pengaruh perkembangan teknologi yaitu pada bidang ekonomi. Misalnya kemunculan Fintech pada tahun 2005 dalam bentuk P2P Lending di Inggris. Kemudian berkembang dengan cepat, hingga bisa kita jumpai pada saat ini, Fintech sudah bukan istilah yang asing lagi di telinga kita. Berbagai pembayaran bisa dilakukan dengan instan menggunakan teknologi digital.
Selain itu, bahkan teknologi pada saat ini, sungguh memberikan kemudahan bagi semua orang untuk mendapatkan keuntungan finansial, misalnya bisnis online, investasi online, dan lain-lain. Salah satu kegiatan ekonomi yang sedang menjadi trend pada saat ini adalah investasi online. kemudian salah satu investasi yang paling populer di berbagai kalangan masyarakat modern saat ini adalah investasi pasar modal. Siapa yang tidak kenal dengan pasar modal? coba tanyakan secara acak kepada generasi-generasi muda milenial, tentu sebagian besar mengenali apa itu pasar modal. Nah, pada artikel ini, kita akan sedikit mengulas mengenai pasar modal dan kondisi (jumlah) investor pasar modal yang ada di Indonesia pada saat ini.
Definisi pasar modal menurut Kamus Pasar Modal dan Modal adalah pasar konkret atau abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka satu tahun ke atas. Pasar modal (capital market) adalah pasar keuangan untuk dana-dana jangka panjang dan merupakan pasar yang konkret. dana jangka panjang adalah dana yang jatuh tempo nya lebih dari satu tahun. pasar modal dalam arti sempit adalah suatu tempat dalam pengertian fisik yang ter organisasi. tempat diperdagangkan nya efek-efek diperdagangkan disebut bursa efek. bursa efek (stock exchange) adalah suatu sistem yang ter organisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. pengertian efek adalah setiap surat berharga (sekuritas) yang diterbitkan oleh perusahaan, misalnya surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, bukti right, dan waran. secara singkat pasar modal merupakan tempat terjadinya perdagangan efek.
Pasar perdana adalah tempat efek-efek atau surat berharga lainnya diperdagangkan untuk pertama kalinya, sebelum nantinya dicatat di Bursa Efek. Dengan kata lain, investor membeli surat berharga atau saham sebelum dilakukan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Jika melakukan pembelian surat berharga sebelum IPO, kamu akan mendapat harga saham yang tetap sesuai harga dan jumlah yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Jika melakukan pembelian surat berharga sebelum IPO, kamu akan mendapat harga saham yang tetap sesuai harga dan jumlah yang telah ditentukan oleh perusahaan. Investor yang telah membeli efek di pasar perdana juga dapat menjualnya di pasar sekunder. Salah satu hal yang membedakan pasar perdana dan pasar sekunder adalah siklus jual-belinya. Pada pasar perdana, proses jual-beli terjadi antara investor dengan perusahaan. Sementara itu di pasar sekunder, proses jual-beli terjadi antara investor yang satu dengan investor lainnya. Selain itu, harga saham di pasar sekunder bersifat fluktuatif. Harga bisa naik turun sesuai dengan kondisi dan banyaknya jumlah permintaan dan penawaran yang terjadi. Sementara itu, harga di pasar perdana tetap sesuai yang telah ditetapkan perusahaan.
Instrumen yang diperdagangkan pada pasar modal :
a) Saham
Dikutip dari laman BEI, saham adalah bukti penyertaan modal seseorang atau pihak lain dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal atau berinvestasi pada sebuah emiten atau perusahaan terdaftar. Investor berhak memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, aset perusahaan, dan hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Saham merupakan instrumen investasi yang paling banyak diperjualbelikan di pasar modal.
b) Obligasi
Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Instrumen ini berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga kepada pembeli obligasi sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Sebuah obligasi bisa diterbitkan oleh perusahaan maupun pemerintah atau negara.
c) Reksa dana
Reksa dana adalah wadah dana masyarakat yang memiliki modal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dibandingkan dengan saham, Reksa dana memiliki risiko yang lebih rendah karena telah diatur oleh manajer investasi. Reksa dana memiliki fungsi meningkatkan peran pemodal lokal dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.
d) Exchange Traded Fund (ETF)
ETF pada dasarnya adalah reksa dana yang diperdagangkan seperti saham-saham di bursa efek. Dalam hal pengelolaan dana, ETF serupa dengan reksa dana. Namun, dalam hal mekanisme transaksi jual beli, ETF serupa dengan saham.
e) Derivatif
Derivatif adalah kontrak finansial antara dua pihak atau lebih untuk memenuhi janji dalam jual-beli aset atau komoditas. Aset ini akan menjadi objek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang telah disepakati. Aset ini disebut sebagai underlying assets.
Jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan. Sampai dengan April 2021, jumlah investor pasar modal mencapai 5.088.093 SID (Single Investor Identification) menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). SID adalah nomor menyerupai nomor KTP yang dikeluarkan KSEI. Jumlah investor tersebut meningkat 31,11% dari posisi akhir tahun 2020 yang mencapai 3.880.753 SID. Sedangkan, pada Maret 2021, investor pasar modal tercatat sebanyak 4,84 juta SID. Jumlah ini terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi. Untuk saham, jumlah investor yang tercatat di C-BEST naik 35,61% menjadi 2.298.878 SID dibanding posisi akhir tahun 2020 sebanyak 1.695.268 investor. Adapun, jumlah investor reksa dana tercatat meningkat 38,85% menjadi 4.408.998 investor dari posisi akhir Desember 2020 sebanyak 3.175.429 investor. Sementara itu, jumlah investor surat berharga negara (SBN) atau obligasi negara tercatat tumbuh sebesar 13,09% menjadi 520.652 investor dari akhir 2020 sebanyak 460.372 investor.
Bila dilihat dari sisi demografi, investor dari generasi muda di bawah 30 tahun mendominasi, yakni sebanyak 57,40% dengan jumlah aset disimpan di C-BEST Rp 34,99 triliun. Adapun rerata penghasilannya paling banyak di kisaran Rp 10 juta sampai dengan Rp 100 juta. Tak hanya investor di pasar modal yang terus bertumbuh, booming aset kripto belakangan ini ternyata berimbas pada pertumbuhan jumlah investor kripto yang naik signifikan. Menurut data Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia, dari sebanyak 270 penduduk Indonesia, 5 juta di antaranya merupakan investor di aset kripto. Dilihat dari demografi investor, dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta atau 20% merupakan kaum perempuan. "Sejak kemunculan teknologi ini dan meluasnya dampak blockchain dan aset kripto, sejumlah wanita banyak yang telah memainkan peran utama dalam mengembangkan pengaruh global blockchain dan kripto," kata COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan dalam paparannya, dikutip Jumat (30/4/2021). Seperti diketahui, belakangan ini aset kripto harganya naik signifikan terutama dipengaruhi masuknya perusahaan besar seperti Tesla yang mengumumkan pembelian US$1,5 miliar di Bitcoin. Perusahaan milik Elon Musk ini juga membolehkan pembelian mobil listrik dengan Tesla. Hal ini yang membuat orang berbondong-bondong berinvestasi di instrumen ini. Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto cukup fantastis. Berdasarkan data CoinMarketCap misalnya, empat perusahaan yang cukup aktif melakukan transaksi, volume transaksi Indondax mencapai US$ 166,62 juta (Rp 2,41 triliun) dalam sehari.
Pembatasan sosial memaksa masyarakat untuk diam dan bekerja dari rumah. Namun, sebagian masyarakat tidak sedikit yang memiliki kendala dalam pekerjaannya ketika pandemi menyerang. Masyarakat dituntut untuk lebih kreatif dalam memikirkan finansial mereka. Dengan berkembangnya teknologi dan didukung peningkatan intensitas masyarakat dalam melakukan interaksi terhadap internet sebagai dampak dari pembatasan sosial di masa pandemi, mendorong minat masyarakat untuk mencoba terjun dalam investasi pasar modal.
2) Adanya proses digitalisasi pasar modal
Internet pada saat ini berkembang semakin canggih, berakibat pada banyak penyedia investasi pasar modal mengembangkan platform investasi pasar modal secara online. Didukung dengan perkembangan dunia digital, menyebabkan banyaknya kemunculan platform-platform investasi online di dunia.
3) Mudahnya akses investasi digital
Jaman sekarang bukan lagi waktunya masyarakat untuk gaptek. Bahkan anak kecil pun sudah diajarkan bagaimana menggunakan teknologi seperti smarphone. Perkembangan tersebut mendukung kemudahan masyarakat dalam mengakses platform-platform investasi digital yang ada. Karena kemudahan tersebutlah masyarakat mulai mencoba untuk mengenal lebih jauh terkait investasi pasar modal yang ada pada saat ini.
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan terus berupaya meningkatkan partisipasi investor domestik pada pasar SBN melalui tiga jurus atau strategi dalam pengembangan pasar yakni demand, supply dan infrastruktur. Pada sisi demand terus meningkatkan basis investor, akses dan literasi dan untuk produk pengembangan struktur produk. Untuk infrastruktur ke depan juga terus ditingkatkan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) salah satunya mereview atas peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan pengelolaan SBN diantaranya pengembangan pasar repo, kebijakan perpajakan hingga pengembangan ETP(Electronic trading platform) terintegrasi. Terakhir, lanjut dia, adalah supply dengan melakukan diversifikasi instrumen SBN melalui pengembangan skema yang sesuai dengan kebutuhan investor dalam negeri. Dengan semua skema tersebut diharap semakin menarik investor domestik untuk berinvestasi. Sementara itu, Roy Sembel, profesor keuangan dan investasi, IPMI International Business School, mengatakan investor institusi bisa berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, terkait pentingnya investasi jangka panjang. Dengan orientasi investasi jangka panjang di masyarakat, pasar tidak mudah bergejolak, ketika asing menarik dananya secara besar-besaran.
sumber :
https://www.bursaku.id/news/jenis-jenis-investasi-di-pasar-modal
https://glints.com/id/lowongan/pasar-modal-adalah/#.YL5Vn9szbDc